It was my most
beloved april I ever passed! Yes, it was! Yup, banyak sekali hal-hal
menyenangkan yang saya dapatkan di bulan April, dan saya sangat bersyukur atas
semuanya. April memberi saya banyak kejutan. April juga memberi banyak warna
dalam hidup saya. Alhamdulillah :). April mop, april fools, april love is all
that I got! I'm happy with that! I'm really happy! Yeeeeaaay! :).
Salah satu hal yang membuat april
terasa menyenangkan bagi saya adalah keputusan untuk tidak melewatkan salah
satu konser terbaik dari super band kelas dunia di tahun ini. “Maroon 5 Live In
Concert” benar-benar telah membuat saya takjub. Saya bahkan tak tahu lagi harus berkomentar apa dengan
penampilan mereka yang nyaris tanpa cacat ketika bermain di Istora Senayan
beberapa minggu yang lalu. Bagi saya, konser ini adalah konser paling JUARA
dari beberapa konser yang pernah saya saksikan. Yeeessh..this is the BEST show
from all the concerts that I have ever seen! Bahkan, bukan hanya konsernya saja
yang bagus, pihak penyelenggara pun juga layak mendapatkan empat jempol atas
semua yang telah dikerjakannya dengan baik. Saya benar-benar angkat topi untuk
acara yang telah berjalan dengan sukses & lancar ini.
Well, now let me tell you the story
how I could finally see this coolest band ever! Pada awalnya, saya memang
tertarik untuk melihat aksi panggung Maroon 5 ini sejak beredar kabar kalau
mereka akan berkunjung ke Jakarta. Sejak saat itulah, saya segera mencatat di
reminder handheld saya kapan penjualan tiket akan dibuka. Harapannya tentu saja
tak ingin melewatkan kesempatan yang begitu baik ini.
Sampai pada akhirnya, tibalah hari
penjualan tiket (5 Desember 2010) yang sangat ditunggu-tunggu oleh ribuan orang
di luar sana (termasuk juga saya), dimulai. Saya pun bersiap di depan komputer
sejak pagi. Fokus di depan layar demi mendapatkan tiket yang diinginkan. Saya
ingin membelinya secara online! Saya benar-benar tak ingin melewatkan konser
ini. Satu, dua, tiga...hingga lima jam, ternyata saya gagal mengakses situs
yang dimaksud. Saya gagal mendapatkan tiket yang akan dibeli. Emosi? Itu sudah
pasti.
We got the festival! Yeeeaaay! :)
Beruntunglah saya telah
berkoordinasi dengan beberapa teman lain yang memiliki maksud dan tujuan yang
sama. Sehingga, kami memutuskan siapapun yang berhasil masuk ke situs pemesanan
tiket, maka dialah yang akan memesankan tiket untuk kami semua. Seluruh alat
komunikasi kami berdayakan untuk saling bertukar informasi. Telepon rumah,
handphone sampai twitter menjadi andalan kami untuk saling update berita. Cukup
lama juga kami menunggu sampai seorang teman memberitahukan kalau dia berhasil
masuk ke site si promotor. Saya pun spontan bertepuk tangan sendiri di depan
monitor :).
Akan tetapi, hambatan belum berhenti
sampai disana. Saya yang ingin mendapatkan tiket kelas festival, rupanya harus
mau mendapatkan apapun kelasnya mengingat penjualan tiket yang semakin gencar
dan waktu yang semakin terbatas. Ya sudahlah, saya pun berusaha kompromi dengan
hal tersebut. Padahal, alasan saya mendapatkan kelas festival karena saya tidak
ingin setengah-setengah. Percuma sudah jauh-jauh ke Jakarta dengan ongkos
transportasi dan pengorbanan waktu yang mahal kalau tidak dapat menikmati
pertunjukan dengan jelas. Begitulah pikir saya saat itu. Tapi, apa mau dikata
kalau seandainya memang belum menjadi rejeki :).
Syukurlah, tak lama kemudian, teman
saya kembali menelepon dan mengabarkan kalau proses pembelian tiket telah
berhasil ia lakukan tepat setengah – satu jam sebelum penjualan tiket ditutup.
Yeeeeaaaay...We got it! We got it! And yeessh baby yeessh..We got the festival!
Well played, darla! Well played! Yeeeaaay!
Saya pun kembali menghadap ke
monitor, bukan lagi untuk mencoba memesan tiket, melainkan untuk shut down
komputer karena saya baru sadar kalau perut ini belum terisi makanan apapun
sejak pagi, hehehehe. Buying the ticket is done, baby! Just wait for April 27,
2011 then! Put your hands all over..put your hands all over.. *singing* :))).
*****
April 27,
2011
Tibalah saat yang ditunggu-tunggu
datang menghampiri. Pagi itu saya sudah bersiap-siap menuju airport untuk
mengejar penerbangan pukul 08.45 WIB. Dengan hati riang, saya tak
henti-hentinya bersenandung sepanjang perjalanan dari rumah menuju bandara.
Thank God, semuanya berjalan on time. Konser rencananya dimulai pukul 20.00 WIB
dan open gate pukul 18.00 WIB. Sementara, saya sudah sampai di Cengkareng sejak
pukul 10.00 WIB. Ok, better off I go and kill the time! Mencari makan siang
sembari ber-window shopping di sekitar Senayan rasanya bisa menjadi pilihan
yang menarik untuk saat ini.
Saking asiknya mencuci mata dari
satu toko ke toko lain, tak terasa sore datang begitu saja. Dan
saya baru sadar, hujan turun dengan lebatnya di luar manakala teman saya
menelepon dan menawarkan diri untuk menjemput saya menuju ke tempat konser.
Saya pun segera mengiyakan dan menunggunya di lobi salah satu mall. Tak
lama, jemputan datang dan kami pun bergegas berangkat. Yes, waktu menunjukkan
pukul 15.30 WIB ketika kami sampai di Istora. Belum banyak yang datang. Open
gate juga belum dilakukan. Akhirnya, kami memilih untuk berteduh sambil
mengamati para calo yang menawarkan tiket dengan harga dua kali lipat lebih
mahal. Wooooooowwww... :s
Cukup lama menunggu, saya dan
seorang teman memutuskan untuk berbagi tugas. Saya ikut antri di open gate,
sementara teman saya antri di loket penukaran tiket online. Eng ing eng..open
gate ternyata dibuka tepat jam 16.30 WIB. Saya berada pada antrian baris ke ±5-10
dari depan. Seharusnya kami dapat segera
masuk kalau saja tiket asli sudah di tangan. Sayangnya, petugas dari pihak
promotor yang khusus menangani penukaran tiket online belum juga muncul. Saya
dan teman pun terus berusaha menghubunginya. Yang bersangkutan rupanya tengah
terjebak macet di kawasan Simprug. Okelah...setengah menghibur diri, saya
meyakinkan diri saya sendiri kalau Simprug tidak jauh dari lokasi konser, jadi
semacet apapun tentu tak lama lagi salah satu crew ini akan segera sampai.
Hopefully...
Pfiuuuuuh...dikarenakan yang
ditunggu-tunggu belum juga datang, saya pun memutuskan mundur dari antrian di
gate dan menghampiri teman saya untuk bersama-sama menjemput kemunculan salah
satu crew yang memegang tiket kami tersebut. Percuma saja kalau saya memilih
tetep keukeuh berada di antrian gate, sementara tiket resminya belum saya
pegang. Sampai nenek-nenek pun saya tak akan berhasil masuk juga :D.
Molor setengah jam dari yang
dijanjikan, kami akhirnya menemukan crew yang dimaksud pada pukul 17.30 WIB.
Kami pun segera menukar tiket online kami dan bergegas masuk menuju ke venue
pertunjukan. Terus terang saya salut dengan cara kerja promotor ini. Ribuan
penonton konser yang datang tidak membuat antrian untuk memasuki gate begitu
berjubel. Apalagi sampai berdesak-desakan. Begitu open gate dimulai, para crew
langsung membaginya menjadi 3 baris yang panjang lalu memisahnya menjadi
beberapa kelompok. Antrian pun berangsur-angsur menyusut dalam waktu yang
singkat. Nama yang besar rupanya sejalan dengan kualitas yang dimiliki. No
wonder kalau mereka punya begitu banyak portofolio yang bagus. You did it well
hey Java Musikindo!
get ready for rockin' roll ;)
Yak..waktu menunjukkan pukul 17.00
WIB ketika saya memasuki venue. Thank God, keberuntungan rupanya masih setia
menemani saya di setiap konser yang saya tonton. Kali ini saya kembali berada
di deretan depan untuk kelas festival. Bukan yang paling depan, tapi cukup lega
untuk menyaksikan konser secara keseluruhan. Saya berada di sekitar baris ke 5
dari depan, dari 8000an penonton yang memenuhi gedung pertunjukan. Berada di
posisi tengah (bukan di sayap kanan atau kiri panggung) juga membuat saya
leluasa menyaksikan penampilan dari super band ini.
Setelah berdiri cukup lama, waktu
yang terasa melambat pada akhirnya sampai juga di pukul 20.00 WIB. Sesuai jadwal,
Maroon 5 seharusnya sudah berada di atas panggung dan memainkan beberapa
hitsnya. 5...10...sampai 15 menit dinanti-nanti, panggung masih juga sepi.
Sejauh mata memandang, hanya ada alat-alat musik yang sudah disiapkan
sebelumnya, serta crew dari Maroon 5 yang terlihat mondar-mandir memastikan
kesiapan konser. Tampaknya saya bukan satu-satunya penonton yang sudah tidak
sabar menunggu agar konser segera dimulai. Teriakan “Maroon 5” pun membahana
dari 8000an penonton yang ingin menyaksikan aksi panggungnya. Yeeessh, we want
Maroon 5! We want Maroon 5..Maroon 5! Maroon 5! :)
*****
Maroon 5 Live
In Concert
Tak lama kemudian (sekitar pukul
20.20 WIB), satu persatu personil Maroon 5 memasuki stage dan menggebrak
pertunjukan dengan memainkan hits mereka yang bertajuk 'Misery'. Sambutan
penonton pun mendadak heboh. Terlebih ketika sang vokalis, Adam Levine, muncul
ke atas panggung di urutan terakhir. Penonton langsung berteriak-teriak
histeris memanggil namanya dan ikut serta menyanyikan semua lagu yang dimainkan
dalam konser tersebut.
Konser ini sungguh luar biasa. Saya
tak sedikitpun memalingkan muka dan mengalihkan perhatian saya dari stage. Adam
Levine sungguh energik, suaranya keren dan interaktif. Sebagai frontman, dia
telah menjalankan tugasnya dengan begitu baik. Seolah mengerti bagaimana cara
memuaskan penontonnya, Adam Levine tampil dengan blocking panggung yang bagus.
Sehingga, penonton yang berada di sayap kanan ataupun kiri panggung akan
mendapatkan porsi yang sama dengan penonton yang di tengah ketika menyaksikan
penampilannya. Secara fisik, tampang Adam Levine memang tidak perlu
diperdebatkan lagi. Gantengnya mutlak, gayanya sungguh seksi. Belum lagi ketika
dia sempat bergoyang dan berjoget norak sambil menjulurkan lidahnya. Rasanya
saya ingin membungkusnya ke dalam karung saja agar bisa saya bawa pulang,
hehehehe.
Lebih dari itu, Adam Levine juga memiliki kualitas vokal yang sangat bagus. Saya sampai terbengong-bengong
dibuatnya. Enam belas lagu dibawakannya secara stabil. Headvoice-nya berjalan dengan
sempurna. Power yang dimiliki juga bagus. Tidak kurang, namun tidak juga
berlebih. Pembagian produksi suara yang dikeluarkan dari hidung dan kepala
dilakukannya dengan sangat baik. Sehingga, nada tinggi yang dihasilkan keluar
dengan begitu bagusnya. Adam Levine juga memiliki kontrol yang bagus atas
penguasaannya di atas panggung. Benar-benar paket yang komplit. Ganteng, seksi,
bersuara merdu dan bermain gitar pula. Tuhaaan...mahluk apa gerangan yang saya
tonton ini??? Hehehehehe.
a sexy man with his wonderful voice :)
Berbeda dengan saya, seorang teman
justru kagum dengan Jesse Carmichael. Keyboardist ini bisa dibilang kapten dari
para pasukan Maroon 5. Dialah yang menjadi leader dari teman-temannya ketika
konser berlangsung. Jesse Carmichael memegang kontrol atas permainan Maroon 5
di atas panggung. Dia yang memberikan komando atas musik yang akan dibawakan.
Sekalinya ia meleset, maka akan meleset pulalah permainan super band ini.
Seakan ingin membuktikan
kepiawaiaannya dalam bermusik, tak ada satupun permainan mereka yang meleset.
Masing-masing personil mengambil porsinya dengan baik. Cukup panjang kalau saya
harus menceritakan satu-persatu kelebihan mereka dalam memainkan musik di
konser tersebut. Yang jelas, mereka bermain musik dengan rapi, dengan tempo
yang selalu terjaga dan aksi panggung yang tidak berlebihan, tetapi juga tak
mengurangi kualitas yang disajikan kepada penggemarnya. Benar-benar sebuah
pertunjukan yang bisa dikatakan nyaris sempurna. Belum lagi, kualitas sound dan
taburan lighting yang memukau membuat suasana konser menjadi semakin 'hidup'.
COOL! Good Job hey Adam Levine, Micky Madden, Jesse Carmichael, James Valentine, Matt Flynn
and of course...Java Musikindo!
Mickey Madden on the stage
Pertunjukan terus berjalan.
Hits-hits favorit terus dilantunkan. Dari ±16 lagu yang
dibawakan, tak ada satupun yang tidak diikuti oleh koor dari ribuan penonton
yang menyaksikan. Misery, Wake Up Call, Give A Little More, Hands All Over,
Harder To Breathe, This Love, The Sun, Never Gonna Leave This Bed, Secret,
Won't Go Home Without You, Stutter, Shiver, Makes Me Wonder sampai Sunday
Morning (in accoustic version), benar-benar ampuh menyihir penonton untuk
ikut hanyut ke dalam atmosfer konser yang begitu luar biasa. Bukan hanya pandai
dalam bermain musik, Maroon 5 juga lihai dalam mengambil hati para penonton.
Beberapa celetukan Adam Levine dalam bahasa Indonesia seperti kata “Terima
Kasih” dan “Saya Cinta Kamu” yang diucapkan di sela-sela konser membuat
histeria penggemarnya menjadi semakin heboh. Benar-benar sebuah konser yang hebat.
Konser yang menghibur!
taken from Adam Levine's twitter
taken from my smartphone only :)
Last but not least, Saya pun pulang
dengan hati yang luar biasa senangnya. "Maroon 5 Live In Concert" was really
amazing! Awesome! 4 thumbs up for all that greatest dudes! Saya yakin, ribuan
orang yang juga menyaksikan pertunjukan tersebut pasti merasa sama senangnya
dengan saya. I'll tag this as one of my most favourite concert. Saya sangat
menyukai pertunjukan ini, dan saya nggak akan kapok untuk menyaksikan aksi
panggung mereka kembali. Sampai jumpa di konser-konser berikutnya, kawan!
Semoga masih banyak lagi konser-konser yang sebagus atau bahkan lebih bagus
dari ini. Amin! :)
Puas...puas...puaaasss!!! ;)
Thanks to:
Prita 'Pia'
Pramarani, for being my partner in this concert.
Prita 'Pia'
Pramarani's sister & brother, yang sudi kiranya membukakan pintu tengah
malam dan mengijinkan saya beristirahat dirumahnya :).
Mbak Nirmala
(Java Musikindo), yang mengijinkan kami menukar tiket tanpa fotokopi ID.
Fina 'Momo'
Pratiwi, yang sudah mencarikan saya tiket penerbangan murah untuk menonton
konser ini.

























